Kota Chiang Mai, Thailand, menjadi pusat perhatian dunia tari internasional dengan digelarnya ALaLa Dance Festival 2025 pada tanggal 8–14 Oktober 2025. Festival ini menghadirkan perpaduan unik antara tarian etnik dan kontemporer dengan tema besar “Tattoo Movement”, yang mengangkat makna simbolik tato dalam budaya Lanna dan Asia Tenggara.
Lebih dari sekadar pertunjukan, festival ini menjadi ruang pertemuan lintas budaya, di mana para seniman dari berbagai negara berbagi karya, pengalaman, dan filosofi gerak yang mengakar pada tradisi namun terbuka terhadap inovasi.


Tema “Tattoo Movement” menjadi benang merah dalam setiap kegiatan festival. Simbol tato—yang bagi masyarakat Lanna dan Asia Tenggara memiliki makna spiritual dan identitas budaya—dihadirkan dalam bentuk koreografi dan eksplorasi tubuh. Gerak tari menjadi medium untuk menafsirkan simbol, cerita, dan nilai-nilai yang melekat dalam tradisi tersebut.
Melalui karya-karya yang ditampilkan, festival ini berupaya menghidupkan kembali warisan budaya Lanna, sekaligus mempertemukannya dengan perspektif modern dalam dunia seni pertunjukan.

Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kolaborasi lintas negara antara seniman Asia dan Eropa.
Dari Indonesia, hadir Rizki (ABKI Dance Lab) yang berkolaborasi dengan musisi Nguyễn + Transitory asal Jerman, menciptakan karya eksperimental yang menggabungkan elemen suara elektronik dengan dinamika tubuh tradisional Nusantara.
Selain itu, tampil juga beberapa nama besar seperti:
- Vaidehi dari India, dengan eksplorasi gerak yang menggabungkan filosofi tari klasik dan improvisasi modern.
- Kumiko Yabu, musisi asal Jepang, yang menghadirkan komposisi suara bernuansa ritual dan spiritual.
- Ronnarong Khampha dan Waewdaow Sirisook dari Thailand, yang dikenal dengan karya berbasis tradisi Lanna dan pendekatan kontemporer yang kuat.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa ALaLa Dance Festival bukan hanya wadah pertunjukan, tetapi juga laboratorium artistik tempat ide-ide lintas budaya berkembang dan berinteraksi.


Selain pertunjukan utama, rangkaian ALaLa Dance Festival 2025 juga mencakup:
- Lokakarya dan workshop internasional, di mana peserta dapat belajar langsung dari para seniman profesional.
- Pameran seni dan dokumentasi budaya, yang menampilkan perjalanan simbolisme tato dalam sejarah Asia Tenggara.
- Diskusi artistik, membahas bagaimana tradisi dan teknologi dapat bersinergi dalam penciptaan karya tari masa kini.
Tujuan besarnya adalah mendorong pertukaran seni pertunjukan etnik dan kontemporer, memperkuat hubungan antar seniman Asia Tenggara, dan menghadirkan dialog kreatif antara masa lalu dan masa depan.
